
Pelitakota.id – Ada satu kesalahan yang sering tidak disadari banyak orang dalam pelayanan:
terlalu cepat menyerah di tempat yang seharusnya menjadi tempat pertumbuhan.
Banyak orang berkata,
“Tuhan, pakai hidupku!”
Tetapi ketika proses dimulai… mereka mundur.
Saat tidak dihargai — mereka pergi.
Saat lelah — mereka berhenti.
Saat tidak terlihat — mereka merasa sia-sia.
Padahal justru di situ Tuhan sedang bekerja.
Seperti benih yang ditanam di dalam tanah.
Ia tidak langsung tumbuh ke atas,
tetapi terlebih dahulu bertumbuh ke bawah.
Akar-akar itu bekerja dalam diam.
Tidak terlihat. Tidak dipuji. Tidak dihargai.
Namun tanpa akar… tidak akan pernah ada pohon yang kuat.
Begitu juga dengan hidup kita.
Tuhan lebih tertarik membangun akar daripada sekadar menampilkan hasil.
Alkitab berkata:
“Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar.” (Lukas 16:10)
Masalahnya, banyak orang ingin “perkara besar”
tanpa mau setia dalam perkara kecil.
Ingin dipakai Tuhan…
tetapi tidak mau diproses.
Ingin naik…
tetapi tidak mau bertahan.
Padahal pepatah Jawa sudah mengingatkan:
“Jer basuki mawa bea.”
(Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan.)
Kesetiaan itu mahal.
Komitmen itu berat.
Konsistensi itu melelahkan.
Tetapi di situlah kualitas iman kita dibentuk.
Bayangkan seorang pelari maraton.
Ia tidak menang karena cepat di awal,
tetapi karena kuat sampai akhir.
Banyak yang berlari kencang di awal pelayanan,
tetapi sedikit yang tetap setia sampai garis akhir.
Yesus berkata:
“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius 24:13)
Artinya jelas—
yang bertahanlah yang menang.
Jangan salah…
Tuhan tidak pernah salah menempatkan kamu.
Kalau hari ini kamu ada di tempat yang terasa kecil,
tidak dihargai,
atau bahkan melelahkan…
Bisa jadi itu bukan tempat hukuman—
tetapi tempat pembentukan.
Firman Tuhan berkata:
“Hendaklah kita jangan jemu-jemu berbuat baik…” (Galatia 6:9)
Dan pepatah Jawa berkata:
“Gusti ora sare.”
(Tuhan tidak pernah tidur.)
Dia melihat kesetiaanmu.
Dia melihat perjuanganmu.
Dia melihat air matamu yang tidak dilihat orang lain.
Jadi jangan buru-buru pindah.
Jangan cepat menyerah.
Jangan tinggalkan tempatmu.
Karena bisa jadi…
tempat yang kamu anggap biasa itu adalah tempat Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang luar biasa.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan…” (Kolose 3:23)
Tetaplah setia.
Tetaplah loyal.
Tetaplah konsisten.
Karena pada akhirnya…
bukan yang paling berbakat yang dipakai Tuhan,
tetapi yang paling setia.
Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K



