“Kalau PAUD Gagal, Semua Jenjang Pendidikan Ikut Runtuh” — Mulyani Peringatkan Kota Bogor

Spread the love

“Kalau PAUD Gagal, Semua Jenjang Pendidikan Ikut Runtuh” — Mulyani Peringatkan Kota Bogor

Bogor — Anggota Komisi IV , , mengingatkan Pemerintah Kota Bogor agar tidak keliru menempatkan prioritas pembangunan pendidikan. Menurutnya, kegagalan memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan berdampak sistemik pada seluruh jenjang pendidikan.

Peringatan itu disampaikan Mulyani saat menghadiri Workshop Guru PAUD se-Kecamatan Bogor Selatan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor, Kamis (8/1/2026).

Kalau PAUD gagal, jangan harap SD, SMP, sampai SMA bisa berjalan baik. Semua jenjang akan ikut runtuh karena fondasinya rapuh,” tegas Mulyani di hadapan para guru.

Kesalahan Berulang dalam Kebijakan Pendidikan

Mulyani menilai selama ini kebijakan pendidikan sering terjebak pada orientasi jangka pendek—peningkatan nilai akademik, pembangunan gedung, dan target kelulusan—namun mengabaikan fase awal pembentukan karakter anak.

Padahal, PAUD justru menjadi ruang pertama anak belajar bersosialisasi, mengelola emosi, mengenal disiplin, dan membangun rasa percaya diri.

“PAUD itu bukan sekadar tempat menitipkan anak. Di sanalah arah hidup seorang anak mulai dibentuk,” ujarnya.

Guru PAUD di Titik Paling Rentan

Dalam forum tersebut, Mulyani juga menyoroti kondisi guru PAUD yang berada di titik paling rentan dalam sistem pendidikan: tuntutan besar, tetapi dukungan kebijakan dan kesejahteraan yang terbatas.

Ia menilai ketimpangan ini berbahaya karena berpotensi melemahkan kualitas pembelajaran sejak usia dini.

“Kalau kita terus menuntut guru PAUD tanpa memberi dukungan layak, itu sama saja menyabotase masa depan anak-anak kita sendiri,” kata politisi tersebut.

Dorong Perubahan Prioritas Anggaran

Sebagai anggota DPRD yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Mulyani menyatakan komitmennya untuk mendorong perubahan prioritas kebijakan, termasuk alokasi anggaran yang lebih adil bagi PAUD.

Ia menegaskan bahwa penguatan PAUD harus dipandang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia, bukan beban anggaran.

“Biaya PAUD hari ini jauh lebih murah dibanding biaya sosial yang harus kita bayar jika generasi kita gagal,” ujarnya.

Pesan untuk Kota Bogor

Di akhir pernyataannya, Mulyani menekankan bahwa masa depan Kota Bogor sedang dipertaruhkan melalui cara pemerintah memperlakukan PAUD hari ini.

Kalau kita ingin Bogor aman, maju, dan berdaya saing di masa depan, maka jawabannya ada di PAUD hari ini,” tutupnya.


Jurnalis: Atma
Editor: Romo Kefas


Tinggalkan Balasan