*Jalan Raya Ceplak-Kronjo dan 6 Ruas Jalan Utama Tahun Ini Diperbaiki Permanen*
TANGERANG – Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) akan memperbaiki 7 jalan raya yang rusak. Perbaikan dilakukan secara permanen dengan menggelontorkan dana Rp335 miliar dengan rincian anggaran utama Rp181 miliar, dan tambahan alokasi sebesar Rp24 miliar khusus untuk penanganan Jalan Raya Pakuhaji.
Sementara itu, untuk sejumlah ruas prioritas seperti kawasan Pasar Kemis, terdapat enam titik pekerjaan dengan nilai anggaran mendekati Rp130 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan, ketujuh ruas jalan raya yang akan diperbaiki yakni; Jalan Cikupa–Pasar Kemis, Pasar Kemis–Rajeg, Jatiuwung–Pasar Kemis, Cadas–Kukun, Jati–Sepatan–Mauk, Ceplak–Kronjo, serta Jati Mulya–Dadap.
”Perbaikannya tahun ini dan akan dilakukan secara permanen. Perbaikan difokuskan pada ruas-ruas strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Iwan kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Tahun ini, Pemkab Tangerang juga mengalokasikan anggaran untuk membenahi 219 titik ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.
Dari data DBMSDA, terdapat sekitar 99 kilometer jalan kabupaten dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan pembangunan ulang.
Terkait rencana itu, warga menyambut gembira. Hal ini seperri dikatakan Dani, warga Desa Pasilian Kecamatan Kronjo. Menurutnya, sudah sejak lama Jalan Raya Ceplak-Kronjo kondisinya rusak.
”Kerap terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang dan bergelombang. Berapa ruas sudah diperbaiki, tapi perbaikannya tidak pernah menyeluruh sehingga tetap saja Jalan Raya Ceplak-Kronjo tidak pernah mulus,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.
Warga lain, Rifai juga berharap perbaikan Jalan Raya Kronjo-Ceplak bisa dilaksanakan secara menyeluruh sehingga tidak menghambat sarana transportasi.
”Antara Ceplak-Kronjo itu sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi karena jalanananya banyak yang rusak, waktu tempuhnya jadi panjang. Semoga tahun ini perbaikan secara permanen bisa diwujudkan,” harapnya.


