Jalan Ambles Jadi Alarm Bahaya, Wali Kota Bekasi Sidak Cikunir dan Ultimatum Keselamatan
KOTA BEKASI — Kondisi jalan ambles di Jalan Raya Cikunir tak lagi dipandang sebagai kerusakan biasa. turun langsung ke lokasi untuk memastikan perbaikan berjalan cepat dan risiko kecelakaan tidak kembali terjadi, Kamis (8/1/2026).
Inspeksi mendadak dilakukan menyusul laporan warga terkait minimnya penerangan dan insiden pengendara terjatuh saat melintas di area jalan yang ambles. Di lokasi, Wali Kota didampingi unsur kecamatan, kelurahan, serta perwakilan Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).
Berdasarkan penjelasan teknis, amblesnya jalan yang terjadi sejak 23 Desember 2025 dipicu oleh usia konstruksi bawah jalan yang sudah tidak layak serta tekanan kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
“Perbaikan fisik saja tidak cukup. Keselamatan warga adalah prioritas. Penerangan jalan harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” tegas Tri Adhianto.
Bangunan di Atas Jalan Dinilai Membahayakan
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga menyoroti keberadaan bangunan yang berdiri tepat di atas area jalan terdampak. Menurutnya, bangunan tersebut berpotensi memperparah kerusakan dan menghambat proses perbaikan.
“Ini bukan sekadar penertiban, tapi soal keselamatan. Bangunan di atas area terdampak akan kita tindak sesuai aturan,” ujarnya.
Tri juga meminta camat dan lurah setempat untuk segera melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Cikunir agar menertibkan pemasangan papan nama ganda yang dinilai mengganggu keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Sidak Berlanjut ke Titik Rawan Banjir
Usai meninjau Jalan Raya Cikunir, Wali Kota melanjutkan pengecekan ke Jalan H. Dalih RT 03 RW 03, wilayah yang kerap tergenang saat musim hujan. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan rencana revitalisasi jembatan penghubung dengan elevasi lebih tinggi dari aliran sungai.
“Kalau hulunya tidak dibenahi, banjir akan terus berulang. Revitalisasi jembatan ini harus menjadi solusi jangka panjang,” kata Tri.
Langkah cepat ini menegaskan bahwa Pemkot Bekasi tidak hanya merespons laporan warga, tetapi juga menjadikan keselamatan publik sebagai indikator utama dalam penanganan infrastruktur kota.
Jurnalis: Vicken Highlanders
Editor: Romo Kefas


