IMLEK 2026 DI BOGOR: ROMO KEFAS SERUKAN KEADILAN SOSIAL DAN PERSAUDARAAN LINTAS PERBEDAAN
Kota Bogor – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang menandai Tahun Kuda Api dimaknai sebagai panggilan etis untuk memperkuat keadilan sosial dan persaudaraan lintas perbedaan. Hal itu disampaikan Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K, yang akrab disapa Romo Kefas, dalam refleksinya menyambut Imlek bersama keluarga di Kota Bogor.
Alih-alih menempatkan Imlek sebatas perayaan budaya, Romo Kefas melihatnya sebagai ruang kontemplasi publik. “Tahun baru adalah kesempatan memperbarui komitmen kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kesetaraan harus nyata dalam sikap dan kebijakan, bukan berhenti di kata-kata,” ujarnya.
Menurutnya, simbol Kuda Api menyiratkan keteguhan dan daya juang—dua hal yang relevan untuk menjawab tantangan sosial hari ini. Energi itu, kata dia, perlu diarahkan untuk memperluas ruang dialog, menghapus prasangka, dan meneguhkan solidaritas.
Romo Kefas menekankan bahwa menjaga keragaman berarti memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi. “Perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Justru dari perbedaan kita belajar saling memahami dan menguatkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Bogor untuk merawat harmoni sebagai praktik sehari-hari: menghormati tradisi satu sama lain, membuka ruang percakapan, serta membangun kolaborasi lintas iman dan budaya. “Kota yang kuat adalah kota yang mampu mengelola keberagaman menjadi energi bersama,” tambahnya.
Menutup refleksinya, Romo Kefas bersama keluarga menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek 2026. Gong Xi Fa Cai. Semoga Tahun Kuda Api menghadirkan keberanian untuk berlaku adil, kebijaksanaan dalam merawat perbedaan, serta kedamaian yang meneguhkan persatuan Indonesia.


