HIDUP YANG BAHARUI OLEH ROH KUDUS

Spread the love

Pelitakota.id | Suara Kebenaran Hari Ini | Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
*HIDUP YANG BAHARUI OLEH ROH KUDUS*
Rasul Paulus memulai penjelasannya mengenai perubahan mulia yang dikerjakan di dalam diri orang-orang Efesus oleh kasih karunia yang mengubahkan.
Dalam kaitannya dengan orang-orang berdosa yang telah diperbarui itu sendiri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, dst. (Efesus 2:10).

Tampak bahwa segala sesuatu adalah karena anugerah, sebab semua keuntungan rohani yang kita peroleh berasal dari Allah. Kita ini buatan Allah. Maksud Paulus yaitu, bahwa kita adalah ciptaan baru, bukan hanya sebagai manusia, tetapi sebagai orang kudus. Manusia baru adalah ciptaan yang baru, dan Allah adalah Penciptanya. Ini adalah sebuah kelahiran yang baru, dan kita dilahirkan atau diperanakkan oleh karena kehendak-Nya.

Dalam Kristus Yesus, maksudnya, melalui apa yang telah dilakukan dan diderita oleh-Nya, dan melalui pengaruh dan pekerjaan Roh-Nya yang mulia. Untuk melakukan pekerjaan baik, dst. Setelah sebelumnya Paulus menyatakan bahwa perubahan ini disebabkan oleh anugerah ilahi, dan bukan karena perbuatan kita, maka supaya ia tidak dikira menganggap bahwa orang tidak perlu berbuat baik, namun di dalam ciptaan-Nya yang baru, Allah telah merancang dan mempersiapkan kita untuk melakukan berbagai pekerjaan baik. Diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, dengan tujuan supaya kita berbuah di dalamnya. Bilamana Allah menanamkan aturan-aturan dasar yang baik oleh kasih karunia-Nya, aturan-aturan itu dimaksudkan untuk pekerjaan baik.

Yang dipersiapkan Allah sebelumnya, maksudnya, yang ditetapkan dan ditunjuk. Atau, perkataan tersebut bisa dibaca sebagai, yang disiapkan Allah sebelumnya bagi kita, yaitu dengan cara memberkati kita dengan pengetahuan akan kehendak-Nya, dan dengan pertolongan Roh Kudus-Nya. Dan dengan mengadakan perubahan semacam itu di dalam diri kita.
Rasul Paulus mau, lebih tepatnya Tuhan yang menginspirasikan Rasul Paulus itu mau, supaya kita hidup di dalamnya, atau memuliakan Allah dengan perilaku yang dapat diteladani dan dengan ketekunan kita untuk terus ada di dalam kekudusan. SoliDeoGloria, amen. Pst.harts

Tinggalkan Balasan