
KOTA BEKASI — Warga kawasan Jatiasih dibuat resah oleh dugaan pencemaran limbah dari aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu kenyamanan lingkungan. Keluhan warga tersebut langsung memicu langkah cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi yang turun langsung melakukan inspeksi lapangan.
Laporan datang dari warga RT 03 RW 011 Puri Gading, Kelurahan Jatiluhur, yang mengaku terganggu oleh limbah cair yang diduga dibuang ke saluran lingkungan permukiman. Selain menimbulkan bau tidak sedap, warga juga mulai mengkhawatirkan potensi dampak kesehatan jika kondisi tersebut terus terjadi.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, tim DLH Kota Bekasi bersama petugas laboratorium langsung melakukan pengecekan dan pengumpulan data di lokasi. Hasil penelusuran awal menunjukkan limbah berasal dari sisa pencucian wadah makanan program pelayanan gizi yang dialirkan ke saluran lingkungan warga.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menegaskan pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengelola kegiatan agar segera melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah.
“Setiap kegiatan yang berpotensi menghasilkan limbah wajib memiliki sistem pengelolaan sesuai aturan. Kami tidak akan mentolerir pembuangan limbah yang mengganggu masyarakat,” tegasnya.
DLH memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas sesuai peraturan akan diterapkan. Pemerintah juga meminta pengelola kegiatan segera memperbaiki instalasi pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan permukiman.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. DLH Kota Bekasi mengapresiasi keberanian warga melaporkan dugaan pencemaran sebagai bentuk partisipasi aktif menjaga lingkungan.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap kegiatan usaha berjalan tanpa merugikan masyarakat. Pengawasan lingkungan akan terus diperkuat demi menciptakan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman.
Jurnalis Romo Kefas



