Hari Kedua KPN 2026 Mengguncang! Seruan “Kembali ke Misi” Jadi Alarm bagi Gereja Indonesia
Bandung – Hari kedua Konferensi Penginjilan Nasional (KPN) PGLII 2026 bukan sekadar lanjutan agenda, tetapi berubah menjadi momentum yang menggugah dan mengguncang kesadaran para pelayan Tuhan. Lebih dari 300 hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia larut dalam suasana yang penuh semangat, refleksi, sekaligus tantangan.
Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Devosi pembuka mengingatkan peserta bahwa pelayanan tidak bisa dilepaskan dari kuasa Roh Kudus. Pesan itu menjadi dasar kuat sebelum memasuki sesi-sesi strategis yang membahas arah penginjilan gereja di tengah dunia yang terus berubah cepat.
Memasuki pleno misi, pesan yang disampaikan semakin tajam. Gereja diingatkan agar tidak terjebak pada rutinitas kegiatan dan pembangunan internal semata. Seruan “gereja harus bergerak” berulang kali mengemuka dan mendapat respons serius dari peserta.
Materi yang disampaikan mengupas bahwa pelayanan misi harus berjalan dalam siklus berkelanjutan: menjangkau jiwa, membina iman, mengutus pelayan, dan menjaga pertumbuhan rohani. Gereja dinilai tidak cukup hanya ramai dalam kegiatan, tetapi harus menghasilkan dampak nyata melalui penginjilan.
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah pembahasan tentang tekanan berat yang dialami para misionaris. Fakta mengenai keterbatasan dukungan dana, kelelahan pelayanan, konflik relasi tim, hingga pergumulan rohani membuat peserta terdiam dan merenung.
Banyak peserta mengaku tersentuh ketika disadarkan bahwa pelayanan misi bukan sekadar semangat, tetapi juga perjuangan yang membutuhkan dukungan gereja secara menyeluruh.
Suasana kembali memanas saat sesi Time To Share digelar. Dalam kelas-kelas tematik, peserta aktif berdiskusi tentang strategi pelayanan lintas budaya, mobilisasi generasi muda, hingga pendekatan misi yang relevan di era modern. Ruangan-ruangan diskusi dipenuhi antusiasme dan semangat kolaborasi.
Tema besar “Dari Api ke Api – Meneruskan Api Warisan Injil” benar-benar terasa hidup sepanjang hari. Peserta diajak memahami bahwa penginjilan adalah warisan iman yang tidak boleh padam di satu generasi saja.
Hari kedua KPN 2026 menjadi momentum refleksi dan kebangkitan. Banyak peserta menyatakan siap kembali ke daerah pelayanan masing-masing dengan komitmen baru untuk memperkuat penginjilan dan membangun gereja yang lebih berdampak.
KPN 2026 pun dinilai bukan sekadar konferensi tahunan, tetapi titik balik yang mengingatkan gereja Indonesia untuk kembali pada panggilan utamanya: menjadi terang dan saksi bagi bangsa.
Jurnalis: Romo Kefas


