Gereja Jangan Hanya Ramai Kegiatan!” Pesan Tajam Pdt Noh Ruku Jadi Sorotan di KPN 2026

Spread the love

“Gereja Jangan Hanya Ramai Kegiatan!” Pesan Tajam Pdt Noh Ruku Jadi Sorotan di KPN 2026

Bandung – Konferensi Penginjilan Nasional (KPN) PGLII 2026 menghadirkan momen refleksi tajam bagi para pelayan Tuhan. Dalam sesi pleno misi hari kedua, Pdt. Dr. Noh Ruku menyampaikan pesan yang menggugah sekaligus menantang gereja untuk kembali pada panggilan utamanya, yakni penginjilan.

Di hadapan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari hamba Tuhan dari berbagai daerah, Pdt Noh Ruku menyoroti kondisi gereja yang dinilai mulai terjebak pada rutinitas kegiatan internal. Ia mengingatkan bahwa gereja tidak boleh hanya menjadi pusat aktivitas rohani tanpa menjalankan mandat penginjilan.

“Gereja bukan hanya tempat program rohani berjalan, tetapi tempat diutusnya para pemberita Injil,” tegasnya yang disambut perhatian serius peserta.

Dalam pemaparannya, Pdt Noh Ruku menjelaskan bahwa pelayanan gereja harus berjalan melalui siklus misi yang berkelanjutan. Ia memaparkan empat tahapan penting, yakni penanaman Injil, pembinaan rohani jemaat, pengutusan pelayan, dan pemeliharaan iman agar jemaat tetap bertumbuh.

Menurutnya, banyak gereja gagal menghasilkan pelayan Injil baru karena berhenti pada tahap penginjilan tanpa membangun pemuridan yang kuat.

Tak hanya memaparkan konsep, Pdt Noh Ruku juga membagikan kisah perjalanan pelayanannya. Ia mengungkap bahwa pelayanan gereja yang kini berkembang luas dimulai dari kelompok kecil yang hanya berjumlah 14 jemaat di Bekasi.

Ia menegaskan bahwa pelayanan misi tidak ditentukan oleh besar kecilnya jumlah jemaat, tetapi oleh kesetiaan gereja dalam membangun kehidupan rohani umat.

Dalam sesi tersebut, ia juga mengungkap fakta tentang beratnya tantangan pelayanan misi. Ia menyebut keterbatasan dana, tekanan pelayanan, konflik tim, serta pergumulan rohani sebagai persoalan nyata yang sering dihadapi para misionaris.

Karena itu, ia menekankan bahwa gereja harus menjadi tempat perlindungan dan penguatan bagi para pelayan Injil melalui dukungan doa, pembinaan, dan pendampingan pelayanan.

Pesan lain yang menjadi perhatian peserta adalah pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk melanjutkan pelayanan misi. Pdt Noh Ruku menilai penginjilan adalah warisan iman yang harus terus diteruskan agar gereja tetap relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Sesi pleno misi tersebut menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam KPN 2026. Sejumlah peserta terlihat mencatat dan mendiskusikan kembali materi yang disampaikan setelah sesi berakhir.

Konferensi Penginjilan Nasional PGLII 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan pelayanan penginjilan gereja di Indonesia sekaligus memperkuat sinergi antar gereja dalam menjalankan Amanat Agung.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan