
KOTA BEKASI — Angin perubahan berembus di tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi. Musyawarah Kota (Muskot) KORPRI Tahun 2026 menetapkan Sekretaris Daerah Kota Bekasi sebagai Ketua KORPRI periode 2026–2031. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa energi segar bagi peningkatan profesionalisme ASN.
Dalam forum strategis tersebut, Sekda menegaskan bahwa KORPRI harus menjadi organisasi yang mampu mendorong ASN lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menilai ASN tidak lagi cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“KORPRI harus menjadi penggerak perubahan. ASN dituntut bekerja cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan birokrasi modern menuntut aparatur memiliki kompetensi tinggi, kemampuan berinovasi, serta mentalitas kerja yang produktif. Ia menekankan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia ASN menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan netralitas ASN dalam menjalankan tugas. Ia menilai ASN memiliki peran vital sebagai pelayan masyarakat yang harus berdiri di atas kepentingan umum, bukan kelompok tertentu.
“Integritas dan netralitas ASN adalah fondasi pelayanan publik yang berkualitas. Tanpa itu, kepercayaan masyarakat tidak akan terbangun,” ujarnya.
Selain itu, KORPRI diharapkan menjadi ruang pengembangan karier ASN melalui berbagai program peningkatan kapasitas, pendidikan, serta pelatihan berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Kepemimpinan baru KORPRI Kota Bekasi diharapkan mampu memperkuat solidaritas ASN sekaligus mendorong terciptanya birokrasi yang bersih, profesional, dan berdaya saing. Pemerintah Kota Bekasi optimistis, transformasi KORPRI akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Jurnalis Romo Kefas



