Fellowship dan Pelayanan di Bintulu Sepulang Perjalanan Pelayanan

Spread the love

Fellowship dan Pelayanan di Bintulu Sepulang Perjalanan Pelayanan

Bintulu — Setibanya kembali di tempat pelayanan, Ps. Alfeus GMI (EMC) Bintulu langsung diperhadapkan pada panggilan pelayanan yang nyata di tengah masyarakat.

Tidak lama setelah tiba di kediamannya, ia menerima undangan dari keluarga seorang Dato’ untuk hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek di rumah sang Dato’, sekaligus mengadakan fellowship bersama keluarga besar mereka.

Di tengah suasana perayaan yang hangat dan penuh kebersamaan, tersimpan pergumulan yang cukup berat. Dato’ tersebut memiliki seorang adik yang sedang menderita sakit dengan ketumbuhan di bagian kepala. Berbagai upaya medis telah ditempuh, bahkan hingga ke luar negeri. Namun keluarga tetap merindukan doa dan campur tangan Tuhan atas kondisi tersebut.

Dalam suasana sederhana di ruang keluarga sang Dato’, Ps. Alfeus diminta untuk menaikkan doa khusus bagi kesembuhan adik yang sedang sakit. Tanpa mimbar dan tanpa acara formal, pelayanan terjadi secara personal, penuh empati, dan sarat iman.

Doa dinaikkan dengan kesungguhan hati, menyerahkan seluruh pergumulan kepada Tuhan, sesuai dengan firman-Nya dalam Lukas 10:9:

“Dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

Momen tersebut menegaskan bahwa pelayanan tidak selalu berlangsung di dalam gedung gereja. Pelayanan sejati hadir ketika seorang hamba Tuhan bersedia datang, duduk bersama keluarga, mendengar pergumulan, dan berdoa dengan iman.

Sepulang perjalanan pelayanan, Ps. Alfeus kembali meneguhkan komitmennya untuk terus hadir di tengah jemaat dan masyarakat Bintulu—sebagai gembala yang bukan hanya berkhotbah, tetapi juga mendampingi, mendoakan, dan menguatkan.

Di Bintulu, pelayanan kembali dinyatakan melalui fellowship yang hidup, doa yang tulus, dan kehadiran yang membawa pengharapan.

Di ceritakan dan ditulis oleh Ps Alfeus ke redaksi

Tinggalkan Balasan