28/11/2025 – Pada tanggal 25 November 2025, suasana kehangatan dan optimisme menyelimuti sebuah tempat yang sakral bagi gerakan Keistimewaan Yogyakarta, yakni “Ruang Tamu Jogja Istimewa” (RTJI). Momen penting ini terjadi saat pucuk pimpinan Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan, S.Sos., SE.Akt., M.Ec.Dev – yang belum genap sebulan menjabat sebagai Paniradya Pati – berkunjung. Kehadirannya disambut langsung oleh salah satu tokoh sentral dalam perjuangan dan kajian Keistimewaan, Dr. Haryadi Baskoro, yang juga dikenal sebagai Pakar Keistimewaan Yogya.
Dr. Haryadi Baskoro adalah nama yang tak terpisahkan dari sejarah terwujudnya Undang-Undang Keistimewaan DIY (UUK). Sejak tahun 2007, ia bersama mendiang ayahnya, Raden Sudomo Sunaryo, telah ikut membidani kelahiran UUK melalui berbagai karya tulis, artikel, dan buku. Dedikasi tersebut diakui secara resmi setelah UUK disahkan pada 2012, di mana Raden Sudomo diberi penghargaan oleh Pemerintah Provinsi DIY sebagai Aktivis Pejuang Keistimewaan DIY pada tahun 2015. Jejak perjuangan dan keahlian ini diwarisi Dr. Haryadi, bahkan harian Kedaulatan Rakyat pun tak ragu menyematkan predikat Pakar Keistimewaan Yogya baginya. RTJI sendiri, ruang tamu di rumah keluarga Sudomo yang kini ditempati Dr. Haryadi, telah diresmikan oleh GKR Mangkubumi pada 5 Maret 2017 sebagai simbolisasi perjuangan Keistimewaan yang berkelanjutan.
Kunjungan Paniradya Pati Kurniawan ke RTJI tersebut pun terasa amat istimewa. Paniradya Kaistimewan, sebagai lembaga pemerintahan khas di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY yang khusus mengelola pembangunan Keistimewaan, memang memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Dalam diskusi santai sore itu, suasana semakin ramai dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk anggota DPRD DIY RB Dwi Wahyu SPd MSI, advokat Surya Wijaya SH SE, rohaniawan Ps. Arief Ariyanto Lee, dan aktivis gerakan perempuan Dewi.
Dr. Haryadi Baskoro secara terbuka menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut sekaligus memaparkan secara lugas poin-poin dukungannya yang konkret untuk memajukan Paniradya Kaistimewan. Ada lima pilar dukungan utama yang ia tawarkan, pertama, pendirian Pusat Studi/Kajian Keistimewaan DIY: Dr. Haryadi siap memperkuat Paniradya Kaistimewan dengan mewujudkan Pusat Studi ini, sebuah harapan yang juga telah lama dinantikan oleh RB Dwi Wahyu. Kedua menggalang Jejaring Akademisi dan Pakar Multidisiplin untuk bersama-sama memikirkan masa depan Keistimewaan DIY dari berbagai sudut pandang keilmuan. Ketiga, menggalang, mengkonsolidasi, dan memberdayakan kader-kader yang akan menjadi tulang punggung Pembangunan Keistimewaan DIY. Ke empat, menjalin sinergi yang erat dengan para rohaniawan lintas agama demi Keistimewaan DIY. Dan yang kelima, memajukan sinergi dan kolaborasi para tokoh perempuan untuk Keistimewaan DIY, sebuah inisiatif yang telah dirintis oleh Dewi.
Di penghujung diskusinya, Dr. Haryadi Baskoro memberikan analogi yang kuat: “Keistimewaan DIY akan maju jika semua elemen di Yogya berkonvergensi membangunnya. Paniradya Kaistimewan perlu memainkan peran seperti lensa/kaca pembesar yang menyatukan kekuatan-kakuatan sinar matahari menjadi titik api energi untuk membangun Keistimewaan DIY.”
Kunjungan yang penuh makna ini menutup hari dengan janji kolaborasi yang kuat, menandai babak baru bagi Paniradya Kaistimewan di bawah kepemimpinan Kurniawan, didukung penuh oleh semangat dan kajian mendalam dari Pakar Keistimewaan Yogya, Dr. Haryadi Baskoro.
Penulis: Pulung W. Pinto
Foto: Istimewa


