DOSA LIDAH
Saat orang terdekat kita tanpa sadar membuat kita kesal atau melukai hati, pertanyaannya sederhana namun berat: apakah kita masih sanggup mengasihi?
Kasih memang tidak selalu terasa manis. Ada kalanya kasih justru menyakitkan. Namun melalui rasa sakit itulah kita belajar bahwa kasih itu sabar, kasih itu mengampuni, kasih itu murah hati, kasih tidak menyembunyikan kesalahan, dan kasih tidak egois.
Ketika kita sudah jujur tetapi sering didustai, kadang yang terbaik adalah diam, bukan membalas dengan keburukan. Ketika kita sudah setia namun terus dikecewakan, diam bisa menjadi bentuk kedewasaan, bukan kelemahan. Tidak semua luka perlu dibalas dengan kata-kata.
Namun jika diam justru membuat hati semakin tersiksa, maka katakanlah kebenaran dengan cara yang baik, jujur, dan tanpa kemarahan. Kejujuran yang disampaikan dengan kasih akan menyembuhkan, bukan melukai.
Jika hati terasa sesak, menangislah. Curahkan kesedihan melalui air mata yang nyata. Jangan memendamnya terlalu lama, karena tangisan yang disimpan di dalam hati sering kali menjadi luka yang sulit disembuhkan.
Percayalah, sebesar apa pun rasa sakit yang kita alami, Tuhan sanggup menggantikannya dengan kebahagiaan yang indah pada waktu-Nya. Hidup dalam ketidakjujuran memang tampak nikmat, tetapi kenikmatan itu tidak akan bertahan lama.
“Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!”
(Ratapan 3:39)
“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”
(Mazmur 50:23)
Hidup seseorang dapat hancur bukan karena musuh di luar, melainkan karena lidah yang tidak dijaga. Karena itu, katakanlah kebenaran saat kita berbicara, namun dengan kebijaksanaan. Tidak semua kebenaran harus diucapkan, tetapi setiap ucapan harus lahir dari hati yang benar.
Belajarlah menjadi pribadi yang bijak dalam berkata-kata. Jagalah lidah dengan sungguh-sungguh. Biarkan Roh Kudus berjaga di depan bibir kita dan hikmat Tuhan memenuhi hati serta pikiran kita. Jangan biarkan hidup kita jatuh ke dalam dosa karena lidah.
“Biarlah Tuhan mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar.”
(Mazmur 12:4)
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya.
STAY in GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya senantiasa kepada kita semua.
Abah Daniel


