
BOGOR — Di tengah gencarnya operasi penindakan narkotika, satu persoalan mendasar masih kerap luput dari perhatian: pemulihan korban penyalahgunaan narkoba. Pendekatan yang dominan bersifat represif dinilai belum sepenuhnya menjawab akar persoalan yang terus berulang.
Isu ini mencuat dalam pertemuan antara Yayasan Rehabilitasi Kayfa Kasih dan Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB), Rabu (8/4/2026). Pertemuan tersebut menyoroti ketimpangan antara upaya penegakan hukum dan ketersediaan ruang pemulihan yang layak bagi korban.
Pemilik Yayasan Rehabilitasi Kayfa Kasih, Endang Ahdiah, mengungkapkan bahwa masih banyak korban yang tidak mendapatkan akses rehabilitasi secara optimal. Selain faktor keterbatasan fasilitas, stigma sosial menjadi penghalang utama.
“Banyak yang akhirnya tidak tertangani dengan baik. Mereka takut, bukan hanya pada hukum, tapi juga pada penilaian masyarakat. Ini yang membuat masalah terus berulang,” ujarnya.
Ia menilai, tanpa pendekatan rehabilitatif yang kuat, penanganan narkoba hanya akan bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar persoalan.
Di sisi lain, Ketua FWBB, Iwan Boring, menyoroti bagaimana pemberitaan selama ini lebih banyak berfokus pada pengungkapan kasus dibandingkan solusi jangka panjang.
“Publik lebih sering disuguhi angka penangkapan, tetapi minim informasi tentang bagaimana korban dipulihkan. Padahal itu bagian penting dari penyelesaian masalah,” katanya.
Menurutnya, media memiliki peran strategis untuk menggeser fokus pemberitaan agar lebih berimbang antara penindakan dan pemulihan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam bentuk penyebaran informasi, edukasi masyarakat, serta kampanye yang mendorong penerimaan sosial terhadap korban yang sedang menjalani rehabilitasi.
Namun demikian, langkah ini dinilai baru tahap awal. Tantangan besar masih ada pada implementasi di lapangan, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat yang selama ini cenderung memberi label negatif.
Jika tidak diimbangi dengan perubahan cara pandang, korban akan terus berada dalam siklus yang sama: terjerat, dihukum, lalu kembali tanpa pemulihan yang memadai.
Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Tanpa rehabilitasi yang kuat dan dukungan sosial, upaya tersebut berisiko kehilangan arah.
#BogorBersihNarkoba #RehabilitasiSolusi #FWBB #KayfaKasih
Sumber: Humas FWBB / Tim Media
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
Publisher: Tim FWBB



