Di Balik Gemerlap Grand Final KDI 2025, Pianis Jeje Beri Warna Emosional di Panggung

Spread the love

Di Balik Gemerlap Grand Final KDI 2025, Pianis Jeje Beri Warna Emosional di Panggung

Jakarta — Grand Final Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2025 yang digelar di Studio 14 Tower 2 MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (12/3/2026), tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit antar finalis. Di balik gemerlap panggung dan sorotan kamera, peran para musisi pengiring turut menentukan kualitas penampilan malam puncak tersebut.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran pianis muda Jeje yang memberikan sentuhan musikal pada sejumlah penampilan finalis. Permainan pianonya menghadirkan nuansa emosional yang memperkuat karakter lagu yang dibawakan para peserta.

Acara yang dipandu oleh Vega Darwanti dan Okky Lukman itu menghadirkan jajaran juri dari kalangan penyanyi papan atas Indonesia, yakni Iis Dahlia, Inul Daratista, Ayu Tingting, dan Hetty Koes Endang.

Dalam beberapa penampilan penting di malam final, Jeje mengiringi sejumlah finalis dengan komposisi piano yang menyesuaikan karakter lagu. Erhan tampil dengan lagu Sudahlah, Intan membawakan Akhir Sebuah Cerita, sementara Raini menyanyikan Panah Asmara. Pada sesi selanjutnya, Raini kembali tampil lewat lagu Apalah Cinta, Erhan membawakan Qais dan Laila, dan Intan menutup penampilannya dengan lagu Si Kecil.

Bagi Jeje, tampil di panggung sebesar KDI merupakan pengalaman yang memiliki makna tersendiri dalam perjalanan kariernya di dunia musik.

Menurutnya, mengiringi penyanyi dalam kompetisi televisi nasional membutuhkan kepekaan musikal yang tinggi. Seorang pianis tidak hanya memainkan nada, tetapi juga harus mampu membaca emosi lagu serta karakter penyanyi yang tampil di atas panggung.

Jeje yang memiliki nama lengkap Jessica Novalia dikenal sebagai penyanyi sekaligus pianis klasik asal Kediri, Jawa Timur. Ia telah menekuni piano sejak usia delapan tahun dan pernah mengikuti berbagai kompetisi musik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan musiknya juga terus berkembang. Pada awal 2026, Jeje merilis single berjudul Kuciwo, sebuah lagu bernuansa pop klasik dengan lirik berbahasa Jawa yang mengangkat tema perasaan manusia seperti kekecewaan, kerinduan, dan kepedulian.

Karakter musikal yang menggabungkan teknik piano klasik dengan nuansa pop membuat Jeje kerap menghadirkan warna berbeda dalam setiap penampilannya.

Grand Final KDI 2025 sendiri semakin semarak dengan kehadiran sejumlah bintang tamu seperti Elvy Sukaesih, Armada, Bubah Alfian, Bravery, serta Pasheman ’90 yang turut memeriahkan panggung malam puncak tersebut.

Pada akhir kompetisi, Intan Putri asal Lampung berhasil meraih gelar Juara 1 KDI 2025 setelah melalui persaingan ketat dengan para finalis lainnya.

Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Yusd

Tinggalkan Balasan