Di Atas Semua Berita, Tuhan Tetap Penolongku

Spread the love

Di Atas Semua Berita, Tuhan Tetap Penolongku

“Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.”
(Mazmur 54:6)

Sebagai seorang jurnalis, saya terbiasa menuliskan fakta. Krisis ekonomi. Ketegangan politik. Konflik sosial. Bencana alam. Setiap hari berita dipenuhi realitas yang tidak selalu menyenangkan. Headline berganti dengan cepat, tetapi kegelisahan manusia tetap sama.

Di ruang redaksi, kami belajar objektif. Kami menyampaikan apa yang terjadi. Namun sebagai manusia, kami tidak kebal terhadap apa yang kami tulis. Deretan berita tentang tekanan hidup, ketidakpastian, dan pergumulan bangsa perlahan bisa menggerus ketenangan batin.

Semakin banyak berita yang saya baca dan tulis, semakin saya sadar: hidup memang tidak pernah bebas dari persoalan. Bahkan sering kali, semakin kita memahami realitas, semakin kita menyadari betapa rapuhnya manusia.

Kita tidak selalu kuat.

Ada patah yang tidak pernah diberitakan.
Ada sedih yang tidak pernah menjadi headline.
Ada luka yang tersembunyi di balik profesionalitas dan senyum yang tampak tenang.

Sering kali kita terlihat rapi di luar, tetapi di dalam sedang menambal bagian yang rapuh. Kita menulis tentang badai orang lain, sementara badai pribadi belum sepenuhnya reda.

Namun di tengah semua realitas itu, ada satu kebenaran yang tidak tergeser oleh keadaan:

Allah adalah penolongku. Tuhanlah yang menopang aku.

Sebagai jurnalis, saya belajar membedakan opini dan fakta. Dan ini adalah fakta iman yang kokoh: Tuhan menopang. Bukan berarti masalah langsung hilang. Bukan berarti tekanan berhenti. Tetapi ada tangan yang tidak terlihat yang tetap memegang hidup kita.

Ada pelangi di setiap badai.
Ada tawa di setiap air mata.
Ada berkat di setiap cobaan.
Ada jawaban di setiap doa.

Hidup memang tidak selalu mudah dilalui. Kita hanyalah jiwa-jiwa yang berjalan di antara mimpi dan kenyataan, harapan dan realitas. Namun jika Tuhan masih mengizinkan kita hidup hari ini, itu berarti kita dimampukan untuk menjalaninya.

Firman Tuhan kembali menegaskan:

“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”
(Mazmur 37:4)

Bergembira karena Tuhan bukan berarti menutup mata terhadap kenyataan. Justru di tengah kenyataan itulah kita memilih percaya bahwa Tuhan lebih besar dari situasi apa pun.

Hari ini, mungkin kita perlu berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Meletakkan semua beban di hadapan-Nya. Menenangkan diri tanpa penenang, bangkit tanpa harus selalu ada rangkulan manusia.

Karena di atas semua berita dunia—di atas semua krisis, tekanan, dan ketidakpastian—ada satu kabar baik yang tidak pernah berubah:

Tuhan tetap penolong.
Tuhan tetap menopang.
Tuhan tetap setia.

Tetap taat dan setia melakukan Firman Tuhan.
Sekali Yesus, tetap Yesus.

Shalom.


Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K

Tinggalkan Balasan