Dari Pos Perbatasan ke Posyandu: Prajurit Yonarmed 12 Kostrad Dampingi Balita Belu Cegah Stunting
Belu, NTT — Peran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya terbatas pada pengamanan kedaulatan negara. Hal itu terlihat dari keterlibatan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad yang aktif mendampingi kegiatan Posyandu di Dusun Mebupor, Desa Lakmars, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Senin (2/2/2026).
Melalui Pos Lakmars, prajurit TNI ikut serta dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang balita. Penimbangan berat badan, pengecekan kondisi kesehatan, hingga pendampingan kader Posyandu dilakukan sebagai langkah awal pencegahan gangguan gizi dan stunting di wilayah perbatasan.
Tidak hanya membantu tenaga kesehatan desa, personel Satgas juga menyiapkan makanan tambahan bergizi berupa bubur kacang hijau bagi balita. Asupan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nutrisi, sekaligus edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para ibu yang hadir menyambut baik kehadiran prajurit TNI di Posyandu, karena memberikan rasa aman sekaligus perhatian lebih terhadap kesehatan anak-anak mereka.
Danpos Lakmars, Serka M. Zulfikri, mengatakan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Satgas di perbatasan.
“Anak-anak di perbatasan adalah aset bangsa. Kami ingin memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonarmed 12 Kostrad menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai mitra dalam upaya peningkatan kualitas hidup warga.
Jurnalis: Romo Kefas


