Dari Hutan ke Gedung Pengadilan: Jelani Christo Ajak Bersatu Lawan Ketidakadilan

Spread the love

Dari Hutan ke Gedung Pengadilan: Jelani Christo Ajak Bersatu Lawan Ketidakadilan

JAKARTA,25 Januari 2026 — Di tengah kekecewaan publik terhadap wajah hukum yang kerap tajam ke bawah namun tumpul ke atas, nama Jelani Christo kembali mencuat. Advokat asal Kalimantan ini dikenal konsisten berdiri di barisan terdepan melawan ketidakadilan sistemik—bukan dengan jargon, tetapi dengan keberanian berhadapan langsung dengan kekuasaan.

Sebagai Ketua Solidaritas Pembela Advokat Seluruh Indonesia (SPASI) dan penggerak LBH Majelis Adat Dayak Nasional, Jelani tak hanya berbicara soal pasal, tetapi tentang keberpihakan nyata. Ia aktif mendampingi masyarakat adat, korban kriminalisasi, hingga advokat yang mengalami intimidasi saat menjalankan tugasnya.

Hukum tidak boleh menjadi alat untuk menindas. Ia harus menjadi tameng bagi rakyat, terutama mereka yang paling lemah,” tegas Jelani dalam berbagai pernyataannya.

Konsisten Menggugat Ketimpangan

Rekam jejak Jelani tak bisa dilepaskan dari sikap kerasnya terhadap korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Ia berulang kali menyebut korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang merampas hak hidup masyarakat luas. Dalam sejumlah kasus, ia bahkan mendorong hukuman seberat-beratnya demi efek jera.

Sikap vokal itu tentu berisiko. Kritik terbuka terhadap aparat dan elite kerap membuatnya berhadapan dengan tekanan. Namun bagi Jelani, diam justru merupakan bentuk pengkhianatan terhadap keadilan.

Jika advokat takut bersuara, maka yang mati bukan hanya keberanian, tetapi keadilan itu sendiri,” ujarnya.

Advokat Bukan Musuh Negara

Jelani juga menaruh perhatian besar pada marwah profesi advokat. Menurutnya, kekerasan dan kriminalisasi terhadap advokat adalah ancaman serius bagi negara hukum. Karena itu, ia tegas menuntut sanksi terhadap oknum advokat yang melanggar kode etik, sekaligus berdiri membela mereka yang menjalankan profesinya secara jujur dan berintegritas.

Baginya, profesi advokat adalah officium nobile—jabatan mulia yang harus dijaga, bukan dilemahkan.

Seruan Bersatu: Hukum Tak Bisa Diperjuangkan Sendirian

Dalam situasi hukum yang makin kompleks dan penuh tarik-menarik kepentingan, Jelani menegaskan bahwa perjuangan keadilan tidak bisa dilakukan sendirian. Ia pun menyerukan konsolidasi lintas organisasi dan mengajak publik untuk ikut bergabung dalam Laskar Hukum Indonesia.

Melawan ketidakadilan tidak bisa sendiri. Kita butuh kesatuan dari berbagai elemen yang peduli hukum. Pemerintah boleh berganti, bahkan berhenti, tetapi negara harus tetap ada dan dijaga,” katanya.

Ajakan ini dipandang sebagai panggilan moral bagi para advokat, aktivis, dan masyarakat sipil untuk menjaga keadilan dan kepastian hukum sebagai fondasi bangsa.

Dari Daerah untuk Indonesia

Langkah Jelani Christo menjadi simbol bahwa suara dari daerah—dari pedalaman Kalimantan hingga ruang sidang di Jakarta—tetap memiliki daya tekan. Di saat kepercayaan publik terhadap hukum diuji, figur seperti Jelani menjadi pengingat bahwa keadilan belum sepenuhnya kalah.

Jurnalis: Romo Kefas


Tinggalkan Balasan