Bupati Gatut Sunu Wibowo Pimpin Sosialisasi MBG, Tekankan Percepatan 21 SPPG Tersisa

Spread the love

Bupati Gatut Sunu Wibowo Pimpin Sosialisasi MBG, Tekankan Percepatan 21 SPPG Tersisa

Tulungagung,pelitakota.Sabtu, 10 Januari 2026, Hotel Lojikka menjadi saksi gelapnya pagi bagi para pejabat dan pemangku kepentingan gizi di Jawa Timur. Bupati Tulungagung,H. Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, memimpin Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah percepatan dan evaluasi program di Kabupaten Tulungagung serta Kabupaten Trenggalek.

Acara yang digelar di Ballroom Hotel Lojikka ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN) antara lain:Nanik Sudaryati Deyang Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi,Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN,
Enny Indarti, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN.

Juga hadir Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, perwakilan KPPG, KAREG, serta seluruh Satgas Percepatan Program MBG dan mitra pelaksana dari kedua kabupaten.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada delegasi BGN. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan bagian integral dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. “Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar memberi makanan, melainkan menyiapkan generasi yang lebih sehat dan produktif,” ujar Gatut.

Bupati memaparkan progres program di wilayahnya “Dari target 90 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, hingga 7 Januari 2026, sudah beroperasi 69 SPPG. Kami berharap kekurangan 21 SPPG dapat segera terpenuhi secara merata sesuai kebutuhan wilayah,”

Ia mengajak seluruh pihak dari Satgas hingga mitra yayasan untuk memperkuat komitmen dan koordinasi, sehingga MBG dapat berjalan sukses, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Nanik Sudaryati Deyang menekankan pentingnya tata kelola yang baik. Ia berharap keberhasilan ini terus berlanjut, memastikan alokasi dana dan operasional program mendukung peningkatan gizi masyarakat.“Penguatan tata kelola menjadi kunci agar program vital ini berjalan efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di masa depan,” katanya.

Sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi Tulungagung dan Trenggalek untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi dalam mencapai target pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah pusat.(Dian sumena)

Tinggalkan Balasan