Kota Tangerang – Pelitakota.Id Tingginya curah hujan di akhir bulan Februari 2021, disertai dengan cuaca ekstrim, mengakibatkan debit air menjadi berlebih di sebagian wilayah di Indonesia. Salah satunya di wilayah Tangerang. Tepatnya di Perumahan Total Persada, kelurahan Gembor, kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Banjir kali ini adalah banjir tertinggi yang melanda di wilayah tersebut yang, tingginya mencapai sekitar 3 meter hingga sampai mencapai atap rumah, seperti yang dituturkan Sugiran selaku ketua RT 05, RW 08 Perumahan Total Persada, saat ditemui tim redaksi pada hari Jumat (26/02/2021).
“Ketika banjir terjadi, warga banyak mengungsi di masjid, sekolah maupun di pinggir jalan raya utama, serta di tempat kerabat keluarga yang tidak terdampak banjir,” tukas Sugiran.
Berkenaan dengan itu, GBI Rising Star Community Gading Serpong, melalui pelayanan Rising Star Care, mengadakan berbagi kasih dengan membagikan makanan (nasi kotak), mie instan, beras dan pakaian layak pakai, kepada masyarakat korban banjir tersebut, pada hari Jumat (26/02/2021) di daerah Periuk – Tangerang. Tim Rising Star Care yang turun ke lapangan terdiri dari Pdt Doni Susanto (Gembala Jemaat), Yenni Ernauli Sidauruk, Andreas Wongsorejo, Michael, Vanessa, dan Setia Jaya Bukit. “Terima kasih kepada Dermawan, Jemaat dan kawan-kawan yang bersimpatik melalui kegiatan ini. Tuhan memberkati kita semua. Berbagi Kasih kali ini membantu meringankan masyarakat korban banjir di daerah Tangerang. Walaupun sedikit Berbagi Kasih, tetapi itu lebih berguna dan lebih bermanfaat kepada sesama, dibandingkan kasih yang hanya dibicarakan saja”, ujar Doni Susanto.
Dengan didampingi tim Tagana dari GBI di Banten, yaitu Teofilus Hartono dan Agus Samanuel, tim menyusuri perumahan Total Persada dengan membagikan nasi kotak. Sementara logistik yang lain, diserahkan kepada koordinator posko banjir, untuk dikelola dan dibagikan ke masyarakat. Dengan semangat melayani, tim saling bahu membahu memberikan bantuan kepada warga yang tengah membersihkan rumah dan masjid di perumahan tersebut dari sisa banjir yang baru surut.
“Harapan saya agar kita semakin diberikan kepekaan di saat ada bencana seperti ini. Kita bisa bersinergi dan kita saling menolong, sehingga ke depan kita boleh berjejaring untuk menjadi berkat,” kesan Teofilus.
“Untuk selanjutnya agar pemerintah setempat dapat langsung cepat merespon apa yang menjadi kebutuhan warga yang terdampak banjir, khususnya di RW 07 dan RW 08 Perumahan Total Persada. Mengingat setiap tahun, wilayah ini menjadi langganan banjir,” harapan Sugiran.
Biarlah kasih bergema lebih keras dalam setiap tindakan nyata kita.