Ayub 34:10
Oleh sebab itu, kamu orang-orang yg berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, & dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang.
Pelitakota.id – Iman yang dewasa mampu menghubungkan apa yang dipahami ke dalam rasa ketika mengalami realita hidup yang sulit.
Pemahaman kita kepada Tuhan diuji di dalam pengalaman hidup keseharian. Kita bisa saja berbicara banyak hal tentang Tuhan dg penjelasan yg baik dan bahkan statement-statement yg membuat enak di dengar telinga serta memuaskan akal pikiran kita. Tetapi hal itu tetap hanya sebuah pemahaman akaliah. Semua akan berubah ketika pemahaman itu dituntut untuk menjawab pengalaman-pengalaman tertentu dalam hidup kita.
Ayub mengalami penderitaan yang datang beruntun seolah-olah tidak ada belas kasihan atasnya. Dengan akal pemahamannya ia sadar bahwa Tuhan tidak mungkin dan pasti tidak mungkin berlaku curang kepadanya yang hidup begitu saleh di hadapan Tuhan. Tetapi dalam “rasa” itu bukanlah hal yang mudah untuk diterjemahkan ke dalam apa yang ia sedang rasakan dan alami. Pernahkah Kita memikirkan dan mencoba menemukan jawabannya?
Kita sendiri mungkin sedang mengalaminya. Mengajar doktrin tentang Allah tidak sama dengan belajar dari Allah di dalam hidup praktis. Dalam akalbudi; kita tahu siapa TUHAN. Kita tahu Dia mahakuasa. Kita tahu Dia mampu melakukan apa saja yang bagi manusia tidak mungkin. Mujizat? Itu terlalu kecil untuk dikerjakanNya. Tetapi dalam “rasa” di hati itu tidak mudah. Dimana pemahaman kita bisa masuk ke dalam rasa? Hati-hati! Kita tidak boleh terjebak ke dalam pertanyaan “mengapa” yang berusaha mencari sebab. Tetapi adalah bijaksana bila kita bertanya “bagaimana” memberi respons terhadap rasa seperti ini dg kekuatan pemahaman kita tentu oleh kekuatan kuasa Roh Kudus.
Mari Kita Renungkan :
UJIAN BAGI PEMAHAMAN/PENGENALAN KITA AKAN TUHAN, TERJADI KETIKA MENGALAMI SAKIT, KEHILANGAN ORANG YANG KITA CINTAI, MASALAH YANG PELIK, DAN PENDERITAAN YANG SEOLAH-OLAH TIDAK ADA HABISNYA. HASIL DARI UJIAN INI ADALAH BERTUMBUH MENJADI DEWASA.
MENGINGAT BETAPA BAIKNYA TUHAN SEHARUSNYA MENGUATKAN KITA MENGHADAPI SEGALA YANG TIDAK BAIK DALAM SITUASI HIDUP KITA.
TUHAN TETAP BAIK DAN ITU PASTI, SEKALIPUN KITA SEDANG DALAM KEADAAN TIDAK BAIK DAN ITUPUN PASTI.
Doa Kita :
Maz. 25:4-5
“Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku . . . “
Selamat Week end dan salam sehat, SALAM INJILI. JBU
Pdt. Benyamin Lumondo.,S.Th (Ketua Pengurus Wilayah PGLII Jawa Barat)