Beasiswa Gratis & Rumah Anak Istimewa Jadi Fokus, Dinsos Depok Gandeng Wartawan
DEPOK,24 Januari 2026 — Pemerintah Kota Depok mulai memantapkan arah kebijakan sosial tahun 2026. Tak hanya berbicara bantuan, Dinas Sosial Kota Depok kini membuka ruang kolaborasi dengan insan pers untuk memastikan program sosial tepat sasaran dan transparan.
Hal itu terungkap dalam audiensi antara Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Utang Wardaya, dengan pengurus Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok, yang berlangsung di ruang kerja Kadinsos, Rabu (21/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Utang menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra pengawasan sosial.
“Kolaborasi dengan SWI sangat penting. Kami ingin program-program sosial benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, sesuai prosedur dan aturan,” ujar Utang.
Dua Program Sosial Jadi Andalan 2026
Dalam audiensi itu, Utang memaparkan dua program prioritas Dinas Sosial Kota Depok yang tengah dimatangkan untuk tahun anggaran 2026.
Program pertama adalah Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI). Pembangunan fisik gedung RKAI direncanakan mulai berjalan tahun ini. Namun, Dinsos menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan kurikulum layanan.
“Bangunan penting, tapi yang jauh lebih penting adalah SDM dan sistem pendampingannya. Anak-anak istimewa harus dilayani dengan pendekatan yang tepat,” jelasnya.
Program kedua yang menjadi sorotan adalah Beasiswa Kuliah Gratis bagi warga kurang mampu. Program ini sedang dalam tahap perencanaan kebijakan dan penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal).
Utang menyebutkan, Pemkot Depok menargetkan 200 mahasiswa penerima beasiswa pada 2026, yang terbagi dalam dua skema:
- Program Reguler: 170 mahasiswa, dengan bantuan Rp23 juta per mahasiswa
- Program Khusus/Lanjutan: 30 mahasiswa, dengan bantuan Rp38 juta per mahasiswa
“Semua masih dalam tahap evaluasi dan perumusan Perwal. Kami ingin proses seleksi benar-benar ketat, adil, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Peran Media Jadi Penghubung Warga
Kadinsos Depok juga mengapresiasi peran aktif SWI dalam kegiatan sosial dan advokasi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi kunci agar warga yang berhak tidak tertinggal informasi.
Ia berharap, kerja sama ini dapat memperkuat transparansi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah.
“Kalau informasi tersampaikan dengan baik, warga yang membutuhkan akan tahu ke mana harus mengadu dan bagaimana prosedurnya,” kata Utang.
Audiensi tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkot Depok mulai mendorong pola kerja kolaboratif antara pemerintah dan jurnalis, demi memastikan kebijakan sosial tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas


