Acara Pemkab Tulungagung Molor Berjam-jam, Balita Gakin Dibiarkan Menunggu: Warga Mengecam Kurangnya Empati

Spread the love

Tulungagung,pelitakota Rabu 26 November 2025 — Kritik keras bermunculan di media sosial setelah kegiatan Pemerintah Daerah Tulungagung yang mengundang balita dari keluarga miskin (gakin) di Pendopo Kabupaten berlangsung jauh dari jadwal. Alih-alih dimulai tepat waktu, acara dilaporkan molor lebih dari dua jam, membuat para balita kelelahan dan banyak yang menangis.

Undangan resmi menyebutkan acara dimulai pukul 08.30 WIB. Namun hingga 11.10 WIB, kegiatan belum juga berjalan. Kondisi ini memunculkan kemarahan warga, yang menilai Pemda telah gagal menunjukkan empati dan manajemen acara yang profesional.

“Mohon untuk menghargai undangan. Undangan adalah balita gakin. Undangan jam 8.30 WIB sampai jam sekarang 11.10 WIB acara belum mulai. Kasihan balitanya, banyak yang nangis,” tulis seorang warga melalui kanal informasi lokal. Unggahan tersebut dengan cepat mendapat respons luas, mayoritas berupa kekecewaan dan kecaman.

Publik menilai, ketika pemerintah mengundang balita—terlebih dari keluarga kurang mampu—maka ketepatan waktu bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah wujud kepedulian. Membiarkan anak-anak kecil menunggu berjam-jam dianggap sebagai bentuk ketidaksensitifan dan buruknya tata kelola acara.

Sejumlah komentar warganet menilai bahwa jika kegiatan ini diperuntukkan bagi pejabat, acara tentu tidak akan dibiarkan molor sejauh itu. Kritik pun mengarah pada lemahnya koordinasi internal dan kurangnya prioritas terhadap kenyamanan peserta paling rentan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Tulungagung belum memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan maupun langkah korektif yang akan ditempuh. Publik menanti sikap resmi dan permintaan maaf, sekaligus evaluasi menyeluruh agar kejadian yang dianggap memalukan dan tidak manusiawi ini tidak terulang.(Dian)

Tinggalkan Balasan