Lucky Singal Guncang Kelas YWAM di KPN 2026: Peserta Diajak Tinggalkan Zona Nyaman Pelayanan

Spread the love

Lucky Singal Guncang Kelas YWAM di KPN 2026: Peserta Diajak Tinggalkan Zona Nyaman Pelayanan

Bandung – Suasana sesi pisah kelas Konferensi Penginjil Nasional (KPN) PGLII 2026 berubah penuh semangat ketika kelas YWAM (Youth With A Mission) di Ruang Wastukencana, Lt. UM, dipenuhi peserta yang ingin mendalami pelayanan misi lintas budaya. Kelas ini menjadi salah satu sesi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian Time To Share.

Dalam sesi tersebut, Lucky Singal tampil menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan penuh semangat. Ia mengajak para pelayan Tuhan untuk berani meninggalkan zona nyaman pelayanan lokal dan membuka diri terhadap pelayanan misi lintas bangsa yang menuntut kesiapan iman dan keberanian melangkah.

Menurut Lucky Singal, pelayanan misi tidak hanya berbicara tentang kemampuan menyampaikan Injil, tetapi juga kesiapan menghadapi perbedaan budaya, bahasa, serta tantangan sosial di lapangan. Ia menekankan bahwa pelayanan misi membutuhkan komitmen, ketekunan, serta kesiapan spiritual yang kuat.

YWAM dikenal sebagai organisasi misi internasional yang berfokus pada penginjilan, pelatihan misionaris, serta pelayanan kemanusiaan di berbagai negara. Melalui jaringan global, organisasi ini aktif membentuk generasi muda yang memiliki visi pelayanan lintas budaya dan lintas negara.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kelas berlangsung dinamis dan penuh interaksi. Peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, mencatat berbagai pengalaman pelayanan, serta merespons setiap pembahasan dengan penuh perhatian.

Antusiasme peserta dalam kelas YWAM mencerminkan meningkatnya minat pelayanan misi global di kalangan pelayan Tuhan Indonesia. Sesi ini sekaligus menjadi gambaran kuat bahwa gerakan penginjilan terus berkembang dan siap menjangkau bangsa-bangsa.

Kehadiran kelas YWAM dalam sesi Time To Share KPN PGLII 2026 menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak hanya berfokus pada lingkup lokal, tetapi semakin terbuka untuk menjawab panggilan pelayanan misi dunia.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan