Pelitakota.id | Suara Kebenaran Hari Ini | 1 Korintus 3:6-8, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.“
Beberapa orang yang berselisih di Korintus sepertinya telah menganggap mereka lebih dari itu, seakan-akan mereka adalah tuan dari iman mereka, pencipta agama mereka. Perhatikanlah, kita harus berhati-hati supaya tidak mendewa-dewakan pelayan Tuhan atau menempatkan mereka menggantikan Allah. Tentu saja para rasul bukanlah pencipta iman dalam agama kita, meskipun mereka diberi kuasa dan kecakapan untuk menyatakan dan menyebarkan kebenaran-Nya. Mereka bekerja dalam jabatan itu menurut jalan yang diberikan Tuhan kepada masing-masing manusia. Perhatikanlah, seluruh karunia dan kuasa yang diadakan oleh para rasul dalam pekerjaan pelayanan itu berasal dari Allah. Karunia dan kuasa itu dimaksudkan untuk membuktikan bahwa misi dan ajaran mereka itu bersifat ilahi.
Jadi, sama sekali tidaklah benar untuk mengalihkan penghormatan itu kepada para rasul, sebab penghormatan itu hanyalah milik kuasa ilahi yang dipakai oleh para rasul dalam pekerjaan mereka. Paulus menanam dan Apolos menyiram (1 Korintus 6).
Keduanya sangatlah berguna, yang satu untuk sebuah tujuan, lainnya untuk tujuan lain. Perhatikan, Allah menggunakan banyak alat dan menyesuaikannya bagi beberapa pemakaian dan maksud. Paulus diperlengkapi untuk menanam, dan Apolos untuk menyiram, tetapi Allah-lah yang memberi pertumbuhan. Perhatikanlah, keberhasilan pelayanan harus berasal dari berkat ilahi: Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan (1 Korintus 3:7). Bahkan pelayan-pelayan kerasulan bukanlah apa-apa dan tidak akan berhasil melakukan apa pun kecuali jika Allah memberi mereka pertumbuhan. Paulus memberikan fakta yang sebenarnya bahwa baik Paulus maupun Apolos hanyalah alat yang dipakai oleh Tuhan untuk melayani Dia. Baik yang menanam maupun yang menyiram memiliki posisi yang sama di hadapan Allah.
Pertumbuhan hanya berasal dari pihak Allah. Tanpa Allah, maka usaha menanam maupun menyiram tidak ada gunanya. Paulus dan Apolos hanyalah alat yang dipakai Allah secara bersama-sama untuk membawa jiwa kepada Dia. Jadi jika para “pemimpin” mereka hanyalah instrumen seharusnyalah mereka saling menghargai satu dengan yang lain serta saling bekerja sama. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Semuanya dipakai Tuhan untuk membawa orang kepada Kristus.
sering kali apa yang dialami oleh jemaat Korintus kita alami juga. Kita terkotak-kotak karena iri hati melihat orang lain atau jemaat lain atau pemimpin di jemaat lain lebih berhasil atau dipakai Tuhan. Pemahaman bahwa kita hanyalah alat di tangan Tuhan seharusnya membawa kita mensyukuri setiap orang yang dipakai Tuhan. Haleluyah! (Pst.harts)