
Kepulauan Seribu | PelitaKota.id, 26 Maret 2026 — Setelah hiruk-pikuk Idulfitri mereda, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali diperkuat. Perum BULOG bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan ke berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan yang selama ini dikenal memiliki tantangan akses distribusi.
Di Kepulauan Seribu, distribusi bantuan menjadi prioritas. Meski harus menempuh jalur laut dengan berbagai keterbatasan, BULOG memastikan bantuan tetap tiba tepat waktu bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 4.102 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah ini mulai menerima bantuan yang tersebar di Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Di Pulau Untung Jawa, bantuan telah disalurkan kepada 402 warga.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa percepatan distribusi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama setelah periode Lebaran,” ujarnya.
Setiap penerima bantuan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Bantuan yang Ditunggu Warga
Bagi warga, bantuan ini menjadi penopang penting setelah meningkatnya kebutuhan selama Hari Raya.
Sabrina Marsenda, salah satu penerima bantuan di Pulau Untung Jawa, mengaku sangat terbantu dengan program ini.
“Alhamdulillah sangat membantu. Apalagi setelah Lebaran, kebutuhan rumah tangga meningkat,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Nahria, yang berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut.
“Ini sangat meringankan beban kami. Semoga ke depan bisa lebih banyak lagi yang menerima,” katanya.
Jaga Stabilitas, Perkuat Ekonomi
Program bantuan pangan merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan menjangkau 33,2 juta penerima secara nasional, program ini diharapkan mampu menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di awal tahun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi faktor utama penggerak ekonomi nasional, sehingga intervensi seperti bantuan pangan dinilai sangat strategis.
Distribusi Hingga Pelosok
Percepatan distribusi ke wilayah kepulauan menunjukkan bahwa upaya pemerataan terus dilakukan. Tidak hanya fokus pada wilayah perkotaan, pemerintah juga memastikan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan perhatian yang sama.
Melalui langkah ini, BULOG optimistis bantuan pangan dapat tersalurkan secara merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Sumber: Yusd
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi PelitaKota.id



