Natal PGLII Bekasi Menggema! Gereja Bersatu Nyalakan 17 Lilin, Serukan Terang Kristus bagi Dunia

Spread the love

Natal PGLII Bekasi Menggema! Gereja Bersatu Nyalakan 17 Lilin, Serukan Terang Kristus bagi Dunia

BEKASI,07 Pebruari 2026 – Suasana penuh sukacita dan persatuan terasa kuat dalam Perayaan Natal Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bekasi yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 di GBI Hope Galaxy, Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan.

Ibadah yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum bersejarah bagi gereja-gereja Injili di Kota Bekasi untuk menunjukkan persatuan iman dan semangat pelayanan lintas denominasi. Sekitar 100 hingga 200 jemaat, pengurus gereja, dan tim pendoa hadir dalam suasana ibadah yang berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan persaudaraan.

Perayaan Natal tahun ini mengusung tema nasional PGLII 2025, “Allah Mengutus Anak-Nya Supaya Dunia Diselamatkan Melalui Dia” yang diambil dari Yohanes 3:17. Tema tersebut menegaskan bahwa Natal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan pesan kasih Allah yang membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Sorotan utama ibadah terlihat dalam prosesi penyalaan 17 lilin persatuan gereja, yang melambangkan terang Kristus bagi dunia. Prosesi sakral ini melibatkan berbagai gereja dan lembaga pelayanan yang tergabung dalam PGLII Kota Bekasi, di antaranya GBI Hope, GKII, GKRI, KINGMI, YHBS, GPIN, GPII Gunung Horeb, GIDI Jatiasih, GKIN Jayisampurna, GAA Bekasi, GEKARI Pekayon, GISI, GJKI, Mahanaim, serta GPI Jalan Suci, bersama unsur PGLII Pusat dan Bimas Kristen Kota Bekasi.

Kehadiran berbagai denominasi dalam satu perayaan menjadi simbol kuat bahwa perbedaan gereja tidak menghalangi kesatuan dalam memberitakan Injil.

Pelayanan firman dalam ibadah tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th, yang menekankan bahwa kelahiran Kristus adalah bukti nyata kasih Allah bagi dunia.

Sementara itu, Ketua PGLII Kota Bekasi, Pdt. Djajang Buntoro, M.Th, menegaskan bahwa Natal harus menjadi momentum perubahan nyata dalam kehidupan umat.

“Natal hari ini mengingatkan kita bahwa kasih Allah melalui kelahiran Yesus Kristus adalah kabar keselamatan bagi semua manusia. Gereja tidak boleh hanya merayakan Natal di dalam gedung ibadah, tetapi harus menghadirkan terang Kristus dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan,” tegas Djajang saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, kebersamaan lintas sinode dalam perayaan tersebut menjadi bukti kuat bahwa gereja-gereja Injili di Bekasi memiliki komitmen menjaga persatuan serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Gereja harus menjadi sumber pengharapan, pembawa damai, dan mitra strategis dalam membangun masyarakat yang rukun dan bermartabat. Inilah panggilan gereja di tengah bangsa,” tambahnya.

Ibadah Natal semakin khidmat dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Ibu Imelda dari Mahanaim, yang menaikkan doa bagi gereja, bangsa, serta kehidupan masyarakat Kota Bekasi.

Perayaan Natal PGLII Bekasi tahun ini tidak hanya menjadi agenda rohani, tetapi juga simbol kuat kolaborasi gereja dalam membangun nilai kasih, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pesan Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang menghadirkan damai, harapan, dan keselamatan bagi dunia.


Romo Kefas

Tinggalkan Balasan