
Mahanaim: Melalui Seni Membangun Bangsa
BEKASI – Sekolah Mahanaim terus mempertegas komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendekatan pendidikan holistik yang memadukan pengembangan bakat seni, pembentukan karakter, dan pencapaian prestasi akademis. Dalam keterangannya di Bekasi, Rabu (4/2/2026), pihak sekolah memaparkan visi besar mereka dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Salah satu orang dekatnya Ibu Iin Tjipto, Ibu Nike, menjelaskan bahwa pengembangan seni di Mahanaim bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan sarana pelayanan dan pembangunan karakter. Bidang seni diajarkan secara intensif dan serius mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK dengan tujuan mulia: membantu siswa menemukan potensi terbaik mereka.
*Akses Pendidikan Seni Tanpa Biaya*
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah komitmen sosial Mahanaim yang bergerak dengan hati, bukan semata-mata komersil. Dalam perbincangan mengungkapkan bahwa sekolah menyadari tingginya biaya pendidikan seni, seperti les balet, musik, atau perfilman di lembaga luar. Oleh karena itu, Mahanaim hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang kurang mampu.
“Intinya mereka yang tidak pernah punya kesempatan les, karena biaya pendidikan seni di luar sana mahal, di sini kami sediakan fasilitasnya secara cuma-cuma,” ujar Nike.
Sekolah menyediakan pelatih purna waktu (full-timer), alat peraga, hingga kostum tari dengan standar produksi tinggi agar siswa dapat belajar tanpa terbebani biaya. Fasilitas ini diberikan agar bakat anak-anak dapat tersalurkan secara maksimal tanpa memandang status ekonomi.
Bukti nyata keberhasilan sistem pendidikan yang inklusif ini terlihat dari sosok Sarah Nevalina. Mengusung semangat “From Zero to Hero”, Sarah yang memiliki latar belakang sebagai anak panti asuhan, berhasil dibimbing oleh Mahanaim hingga menembus panggung hiburan nasional.
Sarah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia berhasil lolos menjadi kontestan ajang pencarian bakat bergengsi X Factor Indonesia dan kini berkarier sebagai backing vocal bagi penyanyi papan atas, Salma Idol. Kisah Sarah menjadi inspirasi bahwa dengan dukungan fasilitas yang tepat dan kesempatan yang diberikan sekolah, siapa saja bisa meraih mimpi.
Seni Sebagai Doa untuk Negeri
Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan seni di Mahanaim memiliki filosofi mendalam sebagai bentuk doa bagi Indonesia. Para siswa diajarkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan harapan bagi bangsa melalui karya mereka.
Nike menjelaskan simbolisme dalam tarian mereka, seperti penggunaan properti gandum dan bunga badam yang melambangkan doa agar Indonesia terhindar dari krisis pangan, inflasi, serta mengalami pemulihan ekonomi.
“Tarian-tarian ini adalah tarian doa, bukan sekadar pertunjukan. Kami membawa simbol bahwa Tuhan adalah perisai bagi Indonesia, supaya pemerintahan aman dan ekonomi terjaga,” jelasnya. Keterlibatan siswa dalam berbagai acara kenegaraan, seperti peringatan 17 Agustus, Hari Lahir Pancasila, hingga acara Natal Bersama Pemerintah Kota Bekasi, menjadi bukti kontribusi aktif sekolah bagi negara.
*Deretan Prestasi Tingkat Kota hingga Nasional*
Selain pembentukan karakter, siswa-siswa Mahanaim konsisten membuktikan kualitasnya melalui berbagai kompetisi bergengsi. Berdasarkan data prestasi tahun 2024 dan 2025, sejumlah siswa berhasil menorehkan tinta emas.
Di bidang sinematografi, tim yang terdiri dari Fajar Saputra, Michael Christ, dan Samuel Prase berhasil meraih Juara 1 Lomba Film Pendek pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Bekasi pada April 2024. Prestasi ini menegaskan keunggulan sekolah dalam mengembangkan keterampilan teknis dan kreatif siswa di era digital.
Prestasi gemilang lainnya meliputi: Jofinka Emmanuela Lumy (2025): Meraih dua gelar sekaligus, yakni Juara 1 Lomba Melukis dan Juara 1 Lomba Fotografi tingkat SMA/SMK dalam Lomba Seni Sastra Indonesia tingkat Nasional.
Ester J.F. Panjaitan (2024): Juara 1 Lomba Cipta Lagu pada FLS2N tingkat Kota Bekasi dan Juara 3 pada FLS2N tingkat Provinsi Jawa Barat.
Olivia Simanjuntak (2024): Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat Nasional dalam ajang National Competition Festival.
Kombinasi antara fasilitas yang inklusif, pendampingan yang tulus, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan, menegaskan peran Mahanaim sebagai lembaga pendidikan yang berdedikasi penuh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan generasi emas Indonesia.
(APM/Romo Kefas)



