
Dr. Fetrus: Gugatan Kasus Iptu Tomi Marbun Upaya Menguji Tanggung Jawab Negara di Hadapan Hukum
Jakarta, 5 Februari 2026 – Pengajuan Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuit) terkait hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun dinilai sebagai langkah hukum strategis untuk menguji tanggung jawab negara dalam melindungi aparat penegak hukum. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Dr. Fetrus, S.H., M.H., dalam konferensi pers usai pendaftaran gugatan.
Gugatan tersebut diajukan keluarga korban menyusul belum adanya kepastian mengenai keberadaan Iptu Tomi yang dilaporkan hilang saat menjalankan operasi penindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Barat.
Dr. Fetrus: Negara Harus Diuji Melalui Mekanisme Hukum
Dalam keterangannya, Dr. Fetrus menegaskan bahwa Citizen Lawsuit merupakan jalur hukum yang memungkinkan warga negara meminta pertanggungjawaban negara secara terbuka.
Menurutnya, gugatan tersebut menjadi sarana untuk menguji sejauh mana negara menjalankan kewajibannya dalam memberikan perlindungan kepada aparat yang menjalankan tugas berisiko tinggi.
Ia menilai pengujian tanggung jawab negara melalui jalur hukum menjadi bagian penting dalam menjaga prinsip negara hukum.
Kepastian Hukum Dinilai Penting bagi Sistem Perlindungan Aparat
Dr. Fetrus menyampaikan bahwa ketidakpastian terhadap nasib aparat negara dapat menimbulkan dampak luas terhadap sistem perlindungan aparat penegak hukum.
Menurutnya, kepastian hukum tidak hanya dibutuhkan oleh keluarga korban, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga rasa aman aparat dalam menjalankan tugas negara.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap kasus yang melibatkan aparat negara ditangani secara serius dan transparan.
Dukungan 114 Advokat Jadi Kekuatan Moral Gugatan
Dr. Fetrus juga menyoroti keterlibatan Tim Bantuan Hukum dan Pencari Keadilan yang terdiri dari 114 advokat dalam mengawal perkara tersebut.
Menurutnya, dukungan advokat dalam jumlah besar menunjukkan keseriusan kalangan praktisi hukum dalam mendorong penyelesaian kasus secara objektif.
Ia menilai keterlibatan tersebut juga menjadi simbol solidaritas profesi hukum dalam memperjuangkan perlindungan aparat negara.
Transparansi Proses Pencarian Jadi Sorotan
Dr. Fetrus menekankan pentingnya transparansi dalam proses pencarian dan investigasi hilangnya Iptu Tomi. Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menghindari spekulasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum.
Menurutnya, proses persidangan menjadi ruang penting untuk mengungkap fakta secara objektif.
Kasus Dinilai Berpotensi Berdampak Nasional
Dr. Fetrus menilai penyelesaian kasus ini memiliki dampak luas terhadap sistem perlindungan aparat negara secara nasional.
Ia menyebut kepastian hukum dalam perkara tersebut dapat menjadi indikator keseriusan negara dalam menjamin keselamatan aparat penegak hukum yang bertugas di wilayah konflik.
Harapan terhadap Proses Persidangan
Dr. Fetrus berharap proses persidangan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan objektif. Ia menegaskan bahwa keluarga korban berharap proses hukum mampu memberikan kejelasan yang selama ini dinantikan.
Ia juga berharap perkara ini dapat menjadi momentum evaluasi terhadap sistem perlindungan aparat negara di masa mendatang.
Jurnalis: Romo Kefas



